Maumere, Sikka- kpksigap.com
Camat Mego Agustinus Yerry Friets Moa, S.STP ketika dilantik menjadi Camat Mego Kabupaten Sikka dirinya bertekad untuk membangun Mego harus lebih baik dari kecamatan lain di Kabupaten Sikka.
Caranya demikian Yeri dengan memperkuat kapasitas aparatur penyelenggara pemerintahan kecamatan.
“Peningkatan SDM para penyelenggara pemerintahan dengan merubah pola pikir para aparat yaitu kita bukan saja sebagai aparatur penyelenggara pemerintah, tapi harus sebagai pelayan. Karena itu aparatur harus punya kapabilitas dan menunjukkan identitas diri,” ujar Yeri ketika diwawancarai kpksigap.com usai Upacara HUT RI ke 79 Kecamatan Mego Sabtu 17 Agustus 2024.
Hal berikut lain yang disampaikan Yere adalah infrastruktur layanan dasar yang ada di masyarakat. Dana desa harus menjadi dasar untuk fokus pembangunan air minum bersih di desa.
Ironisnya kata Yere di Mego punya banyak sumber air bersih, miliki kali besar tapi tidak punya persediaan sumber air bersih.
Di Bidang Kesehatan demikian Yere seluruh faskes di tingkat kecamatan harus diperbaiki. Setiap desa harus punya tenaga kesehatan perawat, bidan desa, tenaga kesehatan lingkungan dan tenaga gizi
Untuk bidang pendidikan pembangun Paud menjadi fondasi yang bagus untuk meningkatkan SDM . Setiap desa wajib memiliki sebuah Paud contoh dan harus memiliki surat izin operasional dari Dinas terkait. Sedangkan Paud yang tidak punya surat izin akan dievaluasi keberadaannya.
Di Bidang Kamtibmas Kapolpos Sektor Mego Vinsensius Ama Jari yang biasa akrab disapa Opu menuturkan membangun Mego perlu kerjasama antara semua pihak untuk menjaga ketertiban, keamanan dan sifat gotong royong harus kembali dirawat. Sedangkan Babinsa Frans Ngera menekankan pada membangun tali persaudaraan, kerjasama untuk menjaga pertahanan dan keamanan.
Tokoh Masyarakat Frans Ditu yang juga sebagai Ria Bewa Mego ( pimpinan tertinggi pemangku adat wilayah Mego Tana Telu Watu Sutu mengharapkan kerjasama dengan menghidupkan kembali budaya gotong royong.
Tokoh muda Mego Grave Seda mengatakan dengan tidak adanya keterwakilan di DPRD Sikka diharapkan pemerintah kabupaten Sikka bisa mendengarkan keluh kesah masyarakat Mego.
Sementara Anggota DPRD Sikka asal Mego Marselina Jata mengharapkan masyarakat harus kompak dan bergandeng tangan karena Mego masih terkebelakang. Mari kita berjuang bersama untuk bangun Mego lebih baik. Bersama kita bisa.
Sedangkan mantan anggota DPRD Sikka dari PAN Markus Melo mengatakan di usia kemerdekaan yang ke 79 masyarakat Mego belum sepenuhnya merasakan kemerdekaan itu sendiri.
Markus memberi contoh ada beberapa ruas jalan yang harus melewati kali, pada musim hujan kendaraan tidak bisa lewat karena banjir besar. Perlu pehatian serius dari pemerintah untuk bangun jembatan menuju desa Korobhera dan desa Kowi.
( KPK SIGAP Sikka- Frans)